Langit menjadi berwarna merah. Angin bertiup perlahan dan terasa sejuk. Hari sudah sore. Ali duduk diam di teras. Dia memperhatikan Bapak tukang tambal ban di seberang rumahnya. Pak Dudung, tukang tambal ban itu sedang membereskan alat-alatnya. Dia memasukkan benda-benda yang aneh bentuknya. Ada pompa yang harus ditarik dulu dan kemudian baru menyala. Suaranya sangat keras sekali dan lama-lama mengganggu. Ada alat seperti dongkrak yang selalu dipakai untuk melepas ban. Ada obeng panjang, ada besi berbentuk L, ada ember kecil, ada ember besar. Semuanya terlihat sangat rumit sekali.
Ali selalu terpesona setiap Pak Dudung sedang mengganti ban motor. Setiap hari selalu saja ada orang yang datang dan meminta Pak Dudung untuk mengganti ban motornya. Ali ingin mencoba mengganti ban sekali saja. Tetapi rasanya ini pekerjaan sulit. Hanya orang dewasa yang bisa melakukannya. Ali diam sambil berusaha tetap menenangkan diri. Jantungnya berdetak dengan kencang. Dia selalu senang melihat Pak Dudung bekerja, bahkan ketika Pak Dudung sedang menutup warung tambal bannya. Ali berharap nanti ibu membolehkannya membantu Pak Dudung mengganti ban. Iya, semoga boleh. Ibu selalu melarang dia pergi ke depan, takut mengganggu Pak Dudung. Semoga Pak Dudung juga membolehkannya dan bilang ke ibu kalau Ali harus membantu Pak Dudung. Iya, semoga.

whatsapp-image-2017-01-31-at-08-25-25

Iklan